Senin, 11 Februari 2013

Naskah Drama


Naskah dialog dram
Tema
:
Pertengkaran
Pemeran drama
:
4 orang
Penokohan
:
Sigit sebagai



Dwi sebagai



Anifah sebagai



Masayu sebagai



Risky sebagai
Witri sebagai







Angga adalah sahabat Tini semenjak kecil. Mereka telah menghabiskan banyak waktu bersama-sama,  baik dikala suka ataupun duka.

Rini adalah seorang cewek yang sangat membenci perkelahian. Dia terkenal sebagai seorang cewek yang manis dan pendiam.

Rita adalah seorang cewek yang suka berkelahi dengan teman- temannya. Dia sering sekali mencari masalah. Walaupun begitu, ia merupakan seorang  anak yang pintar.

Luki merupakan teman Yana. Mereka berteman semenjak di SMP. Luki adalah sosok remaja yang angkuh dan sering menghina orang lain.       

Tini merupakan sosok remaja yang ramah, care terhadap sahabat dan orang-orang disekitarnya. Tini merupakan sosok sahabat yang bisa memberikan energi possitif kepada teman-temannya dengan kedewasaan yang dia miliki.

Yana adalah tipikal cewek yang mudah dipengaruhi. Yana cendrung kebawa sikap temannya, jika temannya tersebut berkepribadian baik maka dia akan ikut menjadi baik, begitu juga sebaliknya.

Sore hati itu Angga sedang ngobrol dengan Tini dan Rini  disuatu tempat. Mereka membicarakan tentang banyak hal, pendidikan, masa depan, dan lain sebagainya.

Angga:
Tin, Rin,  bentar lagi kita lulus SMA abis itu lanjutin studi diperguruan tinggi. Waktu berlalu serasa sangat cepat, aku takut nantinya semuanya tidak akan berjalan dengan mudah.

Tini:
Kamu kenapa jadi kepikiran negatif gitu sih Ngga?! Yakin aja dengan semuanya, tetap semangat, banyak berdo'a, jalani semuanya dengan sebagaimana mestinya, aku yakin semuanya akan bisa kamu lewati.

Rini:
Itu bener Ngga, aku yakin kalau kita semua akan mampu menghadapinya dengan baik. Yang penting kita saling mendukung dan mendoakan satu sama lain.

Angga:
Nggak tau kenapa  Rin, aku merasa resah aja dengan masa depanku. Ngerasa takut kelak akan menemui masalah.

Rini:
Seharusnya kamu tidak boleh berpikiran seperti itu. Kita harus optimis bahwa kita bisa menghadapinya. Bener kan Tin?

Tini:
Ya , perjalanan kita emang masih sangat panjang, dan selama proses tersebut kita memang akan dihadapkan dengan banyak tantangan, tapi jika kita bisa menjaga diri, terus memotivasi diri dan terus berusaha berada pada landasan yang benar, aku yakin kita akan meraih apa yang kita impikan.

Angga:
Kalian berdua memang benar Tin, makasih. Kalian  emang sahabat aku yang selalu bisa buatku ngerasa tentrem. Semoga saja semuanya bisa kita jalani dengan baik.

Rini:
Amin.. Jika kita berusaha dengan sekuat tenaga pasti akan ada hasilnya.

Tini:
Amin…eh siapa tuh yang dating kesini?

Angga:
Paling –paling juga Luki dan rombongannya. Mereka kan selalu ingin mengganggu kita.

Tidak lama kemudian datanglah Luki ,Rita dan Yana. Luki dengan lagaknya yang memang kurang bisa bersikap baik dengan orang lain, sementara Yana kebawa sikap si Luki.

Luki, Rita dan Yana terlihat menghampiri Angga dan Tini, kemudian Luki terlihat menanyakan sesuatu kepada Tini dan Yana.

Luki:
Eh.. Ngapain kalian bertiga duduk disini kaya tiga pengemis  lagi kelaparan aja?

Angga:
Maaf, maksud kamu apa? Kasar sekali ngomongnya?

Luki:
Apanya yang kasar? Gue nanya sama kalian, pada ngapain kok bertiga ditempat ini kaya anak miskin yang lagi kelaparan, jelas kan?

Rita:
Mereka itu nggak cuman kaya pengemis tetapi mereka itu memang pengemis. Lihat aja gaya mereka!

Yana:
Masih nggak jelas juga? Jelasin deh Rit!

Rita:
Ya maksudnya kalian itu ngganggu pemandangan deh pokoknya. Lagian malu dilihat orang – orang dari jalan. Kalian sadar nggak sih kalau kalian itu mempermalukan sekolah kita.

Angga:
Pertama ku  mau ngasih tau kalian, jaga mulut kalian, dan yang kedua kami bukan pengemis.

Luki:
Ye elee.. Kamu nantangin aku?

Yana:
Wah.. Kayaknya emang ngajak berantem tu  Luk!


Rita:
Kalian nantangin kami, nggak sadar apa kalian sedang ngomong sama siapa?

Rini:
Emangnya kalian siapa?

Rita:
Nggak perlu aku jelasin juga kamu sudah tahu, yang jelas kalian itu harus nurut sama kami.

Angga:
Memang belagu ya kalian semua? Inget! Kami bukan pesuruh kalian jadi nggak usah ngatur –ngatur kami.

Luki:
Lo ngajak berantem? Berani lo sama gue? Nggak takut gue bikin bonyok muka lo?

Tini coba menenangkan Angga yang terlihat sudah dipenuhi kemarahan.

Tini:
Udah, udah nggak usah dilayani ngga.

Rini:
Iya, mendingan kita pergi aja dari sini!

Merasa tidak bersalah dan dibentak-bentak oleh Luki, Angga pun tidak bisa berdiam diri.

Luki:
Udah deh kalau miskin – miskin aja, nggak usah nolak dikatain pengemis!

Angga:
Kurang ajar banget kamu..!!

Rita:
Udah tunggu apa lagi Luk, kayaknya nih anak miskin harus diberi pelajaran

Angga dan Luki pun akhirnya bertengkar…
Tini dan Rini menjadi kebingungan saat melihat sahabatnya tersebut berantem dengan Luki, Tini mencoba mendamaikan mereka.

Tini:
Udah udah,, ngapain sih Ngga dilayanin. Udah ayuk pergi!


Yana:
He.. Diam kamu, biarin aja mereka laki sama laki. Ngapain lo ikut campur?

Rita:
Iya bukan urusan cewek cengeng kayak kamu. Terutama tuh si Rini, bisanya Cuma nangis doang

Tini:
Kamu ini, sinting.. tau temennya kurang ajar gitu bukannya dinasihatin malah didukung.

Rini:
 Udah deh Tin, Yuk kita ajak pergi Angga dari sini ngapain sih ngurusi mereka

Yana:
Terserah apa kata lo!

Tini:
Udah Ngga! Yuk kita pulang aja

Melihat Tini yang kian kebingungan akhirnya Angga pun menuruti kemauan Tini untuk pergi, dan membiarkan Si Luki  yang sudah tersungkur karena beberapa kali ditonjok oleh Angga.

Angga:
He.. dengar kamu ya! Mestinya kamu bersikap baik sama orang, jangan suka cari masalah kalau nggak ingin bermasalah. Aku disini nggak mengganggu kamu, tapi kamunya malah cari masalah kayak tempat ini miliki kamu aja. Lain kali kita ketemu lagi dengan sikap kamu yang kayak tadi, ku pecahin muka kamu.

Angga dan Tini pun akhirnya pergi meninggalkan tempat itu. Luki masih tersungkur dengan luka lebam dimukanya usai bertengkar dengan Angga.



Tidak ada komentar: