Jumat, 11 Oktober 2013

Resensi Buku Non Fiksi ( The True Power Of Love)

Mengenal Allah Dengan Cinta  Sejati 

 Oleh: Sigit Winarso
Judul Asli          : The True Power Of Love
Pengarang         : Imam Al-Ghazali
Penulis              : Abdu Rassyid Rida 
Penerbit            : Mizania
Tahun Terbit      : 2007
Jumlah Halaman: 340 halaman
ISBN                : 9798394623
Harga Buku       : Rp. 41.650

     Cinta adalah suatu kata yang memiliki kekuatan yang luar biasa.Karena cinta, sesuatu yang pahit menjadi manis. Karena cinta, tembaga menjadi emas. Karena cinta, ampas menjadi anggur murni. Karena cinta, penyakit menjadi penawar. Karena cinta, yang mati menjadi hidup. Dan karena cinta, Sang Raja menjadi hamba.
     Itulah kehebatan cinta, lebih lembut dari yang paling lembut dan lebih digdaya dari yang terkuat. Cinta sesungguhnya adalah dasar iman seorang hamba kepada Tuhannya. Dan seorang hamba yang mencintai Tuhannya akan mendapatkan kebaikan sejati. 
     Buku ini menceritakan langkah - langkah yang harus dilalui oleh seorang hamba untuk menimbulkan cinta di dalam hatinya. Dimulai dari dasar- dasar cinta, tingkatan -tingkatan cinta, manifestasi cinta sampai kepada puncak kecintaan dan kerelaan takdir kepada Allah SWT. Seseorang yang belum memiliki keimanan yang teguh disebabkan oleh kurangnya pengenalan terhadap Tuhannya. Dari kenal, seseorang menjadi sayang dan dari sayang seseorang menjadi cinta. Dengan ketajaman nalar dan kedalaman penghayatannya, Sang Hujjatul Islam membuka pintu pemahaman bagi umat untuk menuju cinta yang sejati yaitu cinta kepada Allah.
     Sang Hujjatul Islam yang bernama asli Abu Hamid Al-Ghazali ini memang salah seorang ulama tasawuf yang memiliki karya berharga yang sangat banyak. Di antara karyanya yang terkenal adalah kitab Ihyâ 'Ulumuddîn, sebuah kitab yang membahas persoalan-persoalan akhlak, tasawuf, cinta kepada Allah, dan tema-tema akhlak yang lainnya.
    Al-Ghazali merupakan sosok yang sangat fenomenal daam khasanah pemikiran islam. Pemikiran-pemikiran yang banyak Beliau tuangkan melalui karya tulis sangat mewarnai alam pikiran umat islam. Beliau adalah seoarang yang cerdas dan sanggup mendebat segala sesuatu yang tidak sesuai dengan pemikiran yang jernih hingga Imam Al-Juwaini memberinya predikat sebagai orang yang memiliki ilmu yang luas bagaikan laut yang  sangat dalam dan menenggelamkan ( bahrun mughrig). Karena ilmu yang dimilikinya, Imam Al- Ghazali diangkat menjadi guru besar di Universitas Baghdad oleh Nizam Al-Mulk pada tahun 484 masehi.
     Ditengah - tengah keibukkannya sebagai pengajar, Beliau  mengarang sejumlah kitab seperti Al- Basith, Al- Wasith, Khulashal Ilmu Fikih dan kitab - kitab yang lain.
      Buku agama ini diterjemahkan oleh Abdi Rassyid Rida ke dalam bahasa Indonesia secara luwes dan elegan sehingga mudah dipahami kajiannya.Secara sekilas, buku ini nyaris sempurna sebagai buku non fiksi dalam bidang agama.Struktur bahasa telah disesuaikan dengan struktur bahasa indonesia. Sistematika penulisannya pun telah disesuaikan layaknya format buku pada umumnya, Meski demikian, penerjemahan ini dilakukan tanpa menghilangkan maksud dan arti yang sesungguhnya.
      Selain itu, buku terjemahan yang berjudul Kitab Para Pencinta Allah ini juga dilengkapi dengan penjelasan secara sekilas tentang tokoh -tokoh dan istilah - istilah teknis yang digunakan oleh Al-Ghazali. Pejelasan tersebut bersumber pada beberapa kitab sirah seperti Hiljatul Auliya dan Siar Alam An-Nubala serta kitab kamus seperti Lisanul Arab dan Al-Munjid. Menyajikan makna cinta dalam pengertian yang lebih luas. Dilengkapi dengan dalil-dali yang diambil dari Al-Quran dan Sunnah sebagai pegangan bagi pendapat yang dikemukakan. Hal itu menambah kemudahan pembaca dalam mengkaji isinya secara lebih dalam. 
        Dalam buku ini, setiap kalimat yang diungkapkan oleh penulis merupakan penjabaran dari hadis - hadis islam. Namun di sisi lain, terdapat beberapa hadis yang tidak ditulis sumbernya seperti hadis - hadis yang meriwayatkan Nabi Daud, Nabi Musa dan Nabi Isa.
        Buku ini layak dibaca oleh semua kalangan. Baik anak-anak, dewasa maupun orang yang sudah berusia lanjut. Terutama bagi umat islam yang ingin meningkatkan iman dan kecintaannya kepada Allah.
       




















































































































Tidak ada komentar: