
Tujuan
pendidikan nasional adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik
agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan
pendidikan nasional di atas sangat kental dengan pembentukan watak anak
bangsa. Sekolah adalah tempat bersemayamnya pembentukan karakter
tersebut. Pendidikan yang berorientasikan pada pengembangan karakter
sangat diperlukan dalam rangka mengembangkan, memproses, dan menguatkan
sifat mulia kemanusiaan dengan tulus dan ikhlas dalam mencapai diri yang
terbaik. Sering kali yang terbaik tersembunyi dalam diri seseorang.
Karakter
baik merupakan persyaratan agar kompetensi yang dimiliki seseorang
dipakai secara bijaksana. Kompetensi hanya akanb menjadi kekayaan dan
membawa manfaat bagi orang banyak apabila kompetensi tersebut disertai
dengan karakter baik. Sebaliknya orang yang berkompetensi tinggi namun
karakternya tidak baik cenderung akan memakai kompetensinya untuk
hal-hal yang merugikan masyarakat. Dengan demikian, apabila dalam suatu
masyarakat kerusakan karakter meluas, maka bangsa tersebut akan
digerogoti sendiri oleh warganya, atau dengan kata lain masyarakatnya
akan melakukan tindakan merusak diri sendiri.
Sebuah
peradaban akan menurun apabila terjadi demoralisasi pada masyarakatnya.
Banyak pakar, filsuf, dan orang-orang bijak yang mengatakan bahwa
faktor moral (akhlak) adalah hal utama yang harus dibangun terlebih
dahulu agar bisa membangun sebuah mayarakat yang tertib, aman, dan
sejahtera.
Hubungan
antara kualitas karakter dan kemajuan bangsa amat erat. Bangsa yang
maju ditandai dengan kualitas karakter masyarakatnya yang baik. Thomas
Lickona, [1], profesor pendidikan dari Cortland University,
mengungkapkan bahwa ada sepuluh tanda-tanda zaman yang harus diwaspadai
karena jika tanda-tanda itu sudah ada, berarti bahwa sebuah bangsa
sedang menuju jurang kehancuran. Dengan kata lain, jika sepuluh tanda
itu ada di Indonesia, bersiap-siap bahwa Indonesia akan menuju jurang kehancuran. Ke sepuluh tanda tersebut adalah :
1. meningkatnya kekerasan di kalangan remaja
2. penggunaan bahasa dan kata-kata yang memburuk
3. pengaruh peer group yang kuat dalam tindak kekerasan
4. meningkatnya perilaku merusak diri seperti penggunaan narkoba, alkohol, dan seks bebas
5. semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk
6. menurunnya etos kerja
7. semakin rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru
8. rendahnya rasa tanggung jawab individu dan warga negara
9. membudayanya ketidakjujuran, dan
10. adanya rasa saling curiga dan kebencian di antara sesama
2. penggunaan bahasa dan kata-kata yang memburuk
3. pengaruh peer group yang kuat dalam tindak kekerasan
4. meningkatnya perilaku merusak diri seperti penggunaan narkoba, alkohol, dan seks bebas
5. semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk
6. menurunnya etos kerja
7. semakin rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru
8. rendahnya rasa tanggung jawab individu dan warga negara
9. membudayanya ketidakjujuran, dan
10. adanya rasa saling curiga dan kebencian di antara sesama


Tidak ada komentar:
Posting Komentar